Slamet pernah lama tinggal di Medan, Bandung dan Semarang. Bukan kota-kota yang di seluruh jalannya mengalami kemacetan. Maka ketika setahun yang lalu, ketika Slamet pindah ke Jakarta, dia memutuskan untuk mencari tempat tinggal di sepanjang jalur kereta.
Menurut Slamet, kereta tidak mengalami kemacetan sama sekali. Tentu saja, siapa yang akan menghalangi jalur kereta. Di Jakarta banyak orang yang sudah putus urat malunya, sehingga menggunakan jalur busway begitu saja, tanpa merasa bersalah. Maka buat Slamet, busway pun tidak terhindar dari kemacetan.
Mengapa harus menghindari macet? Slamet jenis orang yang agak sulit bangun pagi. Sehingga jadi masalah untuk berangkat lebih pagi dan berada di jalan saat masih lengang. Maka mau tidak mau, Slamet memilih untuk menggunakan kereta.
Oh ya, karena dia dijuluki Slamet Kereta, maka akan banyak ceritanya menyangkut kendaraan umum ini. Walaupun nanti akan ada beberapa cerita yang sama sekali tidak berkaitan dengan kereta, tapi Slamet tetap Slamet, suka dijuluki dengan nama Slamet Kereta.
Slamet tetap Slamet dan tidak mau kehilangan nama depannya itu, karena dia bangga menjadi astronot ke dua yang mendarat di bulan. Maka, Slamet mohon izin menyibukkan kalian dengan cerita-ceritanya ini. Tapi dibaca tidak dibaca, Slamet akan terus bercerita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar