Slamet Pujakesuma. Dia lebih suka dikenal dengan nama begitu. Sebenarnya ada nama panjang yang diberikan oleh orangtuanya. Tetapi Slamet bukan orang yang suka dikenal. Maka dia memilih nama Slamet Pujakesuma untuk dikenal siapapun kecuali orang-orang dari bagian sumberdaya manusia tempat dia bekerja.
Ya, kalian sudah tahu. Slamet lahir di Sumatera. Tepatnya di sebuah wilayah Kotamadya Pematang Siantar. Wilayah Tanah Jawa. Tapi dia dibesarkan di Kota Medan. Sampai SMA dia hidup di Medan. Jadi sah saja kalau dia menyatakan dirinya adalah putra Jawa kelahiran Sumatera, begitulah akronim Pujakesuma berasal.
Dia sangat ingin berpetualang ke banyak kota. Bukan kota-kota yang indah dan terkenal. Karena Slamet, seperti dirinya yang tidak terlalu suka terkenal, juga tidak suka hal-hal yang tekenal. Tapi perjalanan ke banyak kota di dunia adalah yang diinginkan Slamet.
Karena itu pula Slamet mendaftarkan diri pada saat ada peluang untuk mendapatkan pendidikan dengan ikatan dinas. Dan dari perjalanan hidup yang cukup panjang, inilah Slamet. Bekerja di Jakarta dan setiap hari naik kereta commuter berangkat maupun pulang kerja. Itulah yang menyebabkan dirinya dipanggil dengan nama Slamet Kereta.
Teman-teman di kantornya di Jakarta, merasa sudah terlalu banyak orang bernama Slamet. Sementara nama belakang Slamet dikenal sebagai Pujakesuma, dan sepertinya tidak ada yang percaya bahwa itu adalah nama belakang yang resmi. Maka teman-temannya memberinya gelar sesuai kendaraan yang suka dia naiki setiap hari kerja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar